Wednesday, November 29, 2006

destiny-western


















I LOVE CHINESE,/JAVANESE GIRL..... but more more more LOVE for WESTERN GIRL...... as soulmate...... as my guard.... between Heaven and Hell, Sky and Earth, Human and Djin.
and The Thunderbolt was My Witness.
....... And still be Christian... FOREVER....

sabdopalon_and_westernsoulmate@yahoo.com

IF THERE IS NOT "SATRIO PININGIT"
......... I CAN MAKE YOU SURE..................
THAT..... One Thing is Real And Exist.......
........... around me....... I call them................
(include: "some people behind Scene").......
they are Alive.... funny.... and stupid also...
...... There is "SCOOBY DOO PININGIT"
...... follow their trace..... and you will find...
....... A real SATRIO PININGIT....................

SABDOPALON SPIRITUAL CAMP

4 orang Chinese........ dengan 4 agama berbeda (kecuali Islam)
4 orang Javanese...... dengan 4 agama berbeda (kecuali Islam)
4 orang Balinese....... dengan 4 agama berbeda (kecuali Islam)
4 orang Westernese.. dengan 4 agama berbeda (kecualiIslam)
....total 16 orang.

orang ke 17.... adalah saya sendiri.... (enak....17=lambang kemerdekaan bangsa Indonesia) dan sisanya:

1 orang Javanese.... ahli spiritual kejawen
1 orang Chinese...... ahli spiritual kecinen

SYARAT LAIN, TIDAK BOLEH :

1. beragama Islam.....apalagi berlatarbelakang ISLAM RADIKAL .alasannya: sesuai namanya SABDOPALON spiritual camp ... dalam dialog Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: "Sabda-Palonsekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam, sebuah agama suci dan baik".Sabdapalon menjawab kasar: "Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu,sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yangmembantu anak cucu serta para raja di tanah jawa.Sudah digariskan kita harus berpisah. .
SUMBER: http://www.jatim.go.id/opini_detail.php?o_id=185
Keris sangkelat berwarna kemerahan
SUMBER:http://blog.360.yahoo.com/blog-N.Ezew86cqziHEvLS8QMRrxS0mWN?p=107

2. tidak boleh ada orang2 dari kelompok ini yang berlatar belakangkan PARTAIPOLITIK BEBASISKAN ISLAM RADIKAL.... kecuali PDIP, Partai Demokrat..... dll


***********************************************************************************

SCOOBY DOO is manifestation of PEOPLE POWER..... or WONG CILIK.... inocent..... good people........honest..RABBLE.....and something like that. There is 2 kind of SCOOBY DOO: ( include : THE DJIN )
1. several KIDs who always STAND BY and GET READY for "ngrasani/allusion nuissance" around my home... everytime and day...THIS IS THE CORE of SCOOBY DOO
2. some people who who always STAND BY and GET READY for "ngrasani/allusion nuissance" around me, depend where i go.

NOTE: THERE WERE SOME PEOPLE BEHIND SCENE.... who use their power... (something like: bedevil, magic, etc)...... to ADD.... and shoot their magic to me....... and OFF COURSE.... they control their SCOOBY DOO. I call them "SCOOBY DOO" because.... they are so STUPID AND FUNNY.... they come from our village. I call them "PININGIT"....because they are HIDE.........

************************************************************************************
ada yang bisa ngenalin aku cewek bule apa jepang gak serius loh.....??? orang2 sekitarku slalu "ganggu" aku dengan slalu "ngrasani habis habisan".... dan nyindir aku bahwa aku gak boleh "NYALAHI HUKUM" (maksudnya : harus nikah ama Cino opo Jowo, ora Londho)
.... dan akibatnya aku pernah sumpah.... bahwa aku tidak pernah nikah ama cina maupun jawa.... mungkin saking KUATnya sumpahnya..... petir mengelegar gelegar bersahut 2 an...... dan emang kemudian banyak kejadian yang berhubungan ama petir dlm hidupku.Bahkan orang2 sekitarku dimana kau tinggal. gak habis 2 nya slalu "ngrasani" hampir 24 jam..... dengan sindiran: "engko nek kawin karo bule.... disamber gledhek !!!"
Mereka ini kusebut SCOOBY DOO , mereka rumahnya di sekitar Purwokinanthi Purwanggan Pakulaman Yogjakarta di sekitaran Soto Pak Tembong....silahkan selidiki..... cari temen di yogyakarta, silahkan check kebenaran critaku ini. Sementara ini aku lagi ngincer ce jerman dket rumahku alamatnya di JL.JAGALAN 22 YOGYAKARTA telp 0274- 554 893, namanya Tina, wah cakep deh..... , "bantuin" aku "mendapatkanya" yah......???

KERIS KYAI SENGKELAT
Keris Sangkelat dan Crubuk Alkisah Sunan Kalijaga mendatangi sanggar Mpu Supa yang sedang sibuk membuat senjata. Mpu Supa adalah suami dari Dewi Rasawulan, adik Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa.Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Ia berkata "Sunan, besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya. Akan tetapi apakah besi sebesar biji asam jawa ini cukup dibuat keris ?". Lalu Sunan Kalijaga berkata : "Nak, besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung". Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung.Hati empu Supa menjadi gugup, karena mengetahui bahwa Sunan Kalijaga memang benar-benar wali yang dikasihi oleh Pencipta Kehidupan, yang bebas mencipta apapun. Lantara itu, empu Supa berlutut dan takut. "Sunan, bila besi sebesar itu, saya tidak sanggup mengerjakan karena tidak dapat dijepit." Sunan Kalijaga berkata lagi "Nak sebenarnya besi itu besarnya hanyalah sebesar biji asam jawa saja. Pada saat itu juga besi kembali menjadi sebesar asam jawa lagi.Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan. Tidak lama, jadilah keris, kemudian diserahkan kepada Sunan Kalijaga. Akan tetapi anehnya begitu melihat bentuknya, seketika juga Sunan Kalijaga menjadi kaget, sampai beberapa saat tidak dapat berbicara karena kagum dan tersentuh perasaannya, karena hasil kejadian keris itu berbeda jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Maksud semula untuk dijadikan pegangan lebai, ternyata yang dihasilkan keris Jawa (baca Nusantara) asli Majapahit, luk tiga belas bagus sekali serta indah warangka-nya, tetapi sepi dari sifat-sifat keislaman. Sebenarnya, begitu mengetahui keindahan keris, perasaan Sunan Kalijaga agak tersentuh, oleh karena itu mengamatinya sempai puas tidak bosan-bosannya. Kemudian ia berkata sambil tertawa, ”Nak, keris ini bagus sekali. Akan tetapi bila dipergunakan oleh santri tidaklah pantas. Keris ini pantas menjadi pegangan Raja yang menguasai Nusantara. Karena berwarna kemerahan, keris ini saya namakan dapur Sangkelat (artinya bersemu merah). Sekarang keris ini saya kembalikan, simpan ! Bagaimana akan kejadiannya nanti, saya sendiri tidak tahu. Selain Tuhan Yang Maha Esa yang menjelaskannya. Akan tetapi sekarang saya minta dibuatkan keris lagi yang patut digunakan oleh santri. Empu Supa diberi lagi besi yang ukurannya sebesar kemiri. Setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Begitu mengetahui wujud keris yang dihasilkan sunan Kalijaga sangat senang hatinya. Dapur keris itu disebut Crubuk.

MOMONGAN SABDOPALON TIDAK AKAN PERNAH :

1. MENIKAH DENGAN CHINESE......... walau DEKET ama CHINESE.... because THE SIN of CHINESE in MAJAPAHIT EMPIRE

2. MEMELUK AGAMA ISLAM............... walau dicintai orang ISLAM....because THE SIN of ISLAM in MAJAPAHIT EMPIRE, seperti halnya KERIS KYAI SENGKELAT ( TO LIONG TO nya INDONESIA).... TIDAK AKAN PERNAH DIMILIKI ORANG ISLAM

3.HANYA MENIKAH DENGAN Orang asing.............................makanya DESTINY is WESTERN.

Ada 2 peristiwa besar dlm sejarah Indonesia... . dan itu berHUBUNGAN dgn Chinese:

1. Keruntuhan MAJAPAHIT... . akibat pengaruh PUTRI CAMPA.

2. Peristiwa G 30 S PKI....... Chinese " ditendang" bahakan di era ORDE BARU.... Chinese "cukup" di sia-sia "

3 MAKA KEBANGKITAN MAJAPAHIT... ... akan "MENGGUNAKAN" CHINESE tapi hanya "memilih" westernese . TIDAK terikat oleh MAYORITAS

KERIS KYAI SENGKELAT yang asli ditelan BUMI..... dan HANYA BISA DIAMBIL oLEH PEMBANGKIT MAJAPAHIT... .." momongannya "SABDOPALOn" ...... yang berasal dari kaum MINORITAS... ... semua PARANORMAL boleh "GR" dan berebutan... .. tapi SANG MAHA KUASA..... adalah WASIT TERBAIk..... .... ............ ...AMitabha. .....Om Santi.... Santi.... Puji Tuhan.... !!!!

Aku iki wong Jawa kang ora ilang Jawane, Aranku gatholoyo titisane ki Noyogenggong, aku ngetutake kakangku Sabdo Palon Jati Dhiri tanah Jawa. Dhek semana aku melu muksa kakangku Sabdopalon sing wis ora digugu karo momonganku biyen yaiku Ratu Tanah Jawa 'Prabu Brawijaya' kang wis kepilut ngrasuk agama rosul. Momonganku nggugu karepe dhewe wus karsa ngagem ageman agama sarengat, mula ilang keblate banjur ganti keblat negara manca, ya awit saka iku ilang kekuwatane nora bisa angraga-sukma maneh, yaiku ilmu kang kawasa "muksa" nguntal raga kaya aku lan kakangku kang wus nora kena pati awit wus sumurup sangkan paranging dumadi, waskita marang tapake kuntul anglayang, lan waspada marang galihing kangkung, bisa anjara langit, kuwasa andhepani dhasaring samodra laya, datan rinengkuh ing tebaning sasana utawa jangkaning kala. Kabeh isining bawana iki bisa dak remet dadi endhog pengamun-amun dak untal nyawiji tunggal sak sarira. Aku karo kakangku wektu semana wus nuturi wola-wali prabu Brawijaya nanging ora didahar aturku awit kepilut ature garwane putri saka Atasangin kang patutan kakung, sesilih pangeran Jimbun raja aepisanan ing Kraton Bintara Demak. Tumeka jaman samengko aku tinanggenah dening bathara luhung kang akarya jagad bebarengan kakangku Sabdapalon njaga tanah Jawa iki nganti tumekaning jaman ratu adil yaiku wedharing 'Agama Bener" kang sinebut "Agama Ngelmi" kang sinebut uga "Agama Ilmu" kang bakal diakoni kabeh uwong saindhenging jagad, awit iya agama iku kang nora bakal nalisir saka bebener lan nora bisa dibantah sapa wae awit iku dalaning kasampurnan urip langgeng nora kena ing pati.

HARAP MAKLUM , ada PIHAK yang tidak "menyenangi kemunculan dan "jadinya" MOMONGANnya SABDOPALON.

Ikuti semua link website yang tertulis diatas, BILA ANDA di warnet tidaK bisa "membuka" situs tersebut.... ... hanya ada kemungkinan : warnet atau ISP warnet tersebut SENGAJA menSETTING dari server mereka, agar situs tersebut tidak bisa dibuka...... , atau barangkali di TRIK/ DITIPU sedemikan rupa.

Oh yah.... karena keterbatasan. ...mohon bantuannya.. ...... DEMI BANGSA dan NEGARA...... .. Untuk mengiklankan hal ini ke koran lokal/nasional di daerah Anda (Kompas,Jawa Pos dll) dengan bunyi sbb:

"SABDOPALON SPIRITUAL CAMP"

www.destiny-western.blogspot.com

MOHON DOA RESTU:

1. Segenap PARANORMAL di seluruh Indonesia

2. Segenap Keturunan Keluarga Besar PRESIDEN RI PERTAMA Indonesia.

note:

minimal Anda bisa memberitahukan hal ini melalui CHAT-SMS-EMAIL-MAILING LIST. (khususnya Mailing List) BURUAN SEBELUM PULAU JAWA KEBELAH DUA......... ...... sebagai TANDA KEBANGKITAN MAJAPAHIT

************************************************************************************

I am "choosenMAN" of SABDOPALON.
************************************************************************************
SOURCE:
The Princple of NYALAHI HUKUM ("break the destiny law") and SABDOPALON

http://www.rovicky.wordpress.com/2006/10/01/amblesan-di-porong-itu-sudah-terukur-secara-geodetik/#comment-3465

( amblesnya Pulau Jawa karena kutukan Momongan Sabdopalon )

Saya pemerhati setia untuk hasil ramalan Mama Laurent, kejadian atau musibah yang telah terjadi seperti Tsunami di Aceh, Gempa di Yogya, Tanah longsor di Kalimantan, dll adalah merupakan bukti bahwa sebelumnya Mama Lourent telah menghimbau kepada masyarakat indonesia bahwa bencana tersebut akan terjadi entah itu dalam kurun waktu 1 minggu, 1 bulan 6 bln atau lebih yang terpenting kurang dari 1 tahun.
Mama Laurent si manusia Ajaib ini terakhir tgl 19 Juli 2006 memberi penjelasan yang membuat kita merinding, kutipan pembicaraannya beserta gambar petanya saya tampilkan pada blog site ini. Penjelasannya sbb :
1. Saya sudah memberikan gambaran akan terjadinya bencana itu, meskipun anda tidak terlalu percaya dengan statmen saya, minimal anda sudah harus berjaga - jaga.
2. Setelah bencana di Aceh, Kalimantan, Jawa Tengah, dan saat ini sepanjang pesisir Selatan Pantai Pulau Jawa selama periode tahun ini Indonesia masih terus di dera bencana alam yang sama dan akan terjadi di Jawa, Bali dan kembali ke Sumatera.
3. Ada kemungkinan besar Pulau Jawa itu terbelah dua, dan Pulau Madura Tenggelam.
4. Setelah itu bencana kembali ke Sumatera, di Jabar dan Jakarta Raya kena imbas bencana dari Sumatera tsb yg cukup parah, hampir 1/3 kota Jakarta hancur " gambaran saya yaitu sepanjang Jln. Sudirman gedung - gedung sebagian besar runtuh " ucap mama laurent.
Ucapan yang diberikan Mama Lourent terputus, dia merasa ketakutan yang amat sangat dan pamit untuk istirahat.

Kalau menurut jongko Joyoboyo, siapa itu Satrio Piningit? Satrio Piningit itu adalah seorang yang masih berdarah Majapahit. Sebab, kemunculannya berkaitan dengan munculnya kembali kebangkitan Majapahit setelah 500 tahun lalu. Dan kemudian orang banyak yang mengaku-aku dirinya Satrio Piningit . Tetapi dikatakan dalam jongko Joyoboyo, Satrio Piningit ini adalah seorang Majapahit yang berilmu untuk keadilan dan kebenaran orang banyak. Sehingga, disebut Ratu Adil. Dalam perjalan hidupnya, ia sering mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sering kesapar ( bernasib malang dan susah, Red), kesandung. Makanya, dia mendapat predikat Satrio Wiragung (ksatria yang agung, Red). Karena hidupnya dipermalukan terus oleh masyarakat, maka dia mempunyai kekuatan seperti nabi. Jadi, dirinya sudah ada, mungkin sudah membaur. Karena waktunya sangat dekat, saya ndak tahu . Sebab kalau saya tahu sudah bukan Satrio Piningit lagi.

I CURSED THE YOGYAKARTA EMPIRE that "TOMBAK KYAI PLERET DADI TOMBAK KYAI PLURUT !!! " ...... and then THE EARTHQUAKE have done.

I CURSED them that ".....WONG CINO GARI SAJODO, WONG JOWO GARI SEPARO..." when i was in SURABAYA and then "LUMPUR LAPINDO"... will start it.

I NEVER BEEN " SHOLAT" eventhough THE SCOOBY DOO always speak "ORA SHOLAT"

I NEVER MARRY with CHINESE or JAVANESE eventhough THE SCOOBY DOO always speak " JODONE CINO or JODONE JOWO "

FUCK YOU or GOD BLEES YOU..... THE SCOOBY DOO ..............??? YOU ALWAYS FOLLOW ME Wherever I GO.......... !!!

http://en.wikipedia.org/wiki/Sabdapalon

http://en.wikipedia.org/wiki/Jayabaya

http://artsabdopalon.blogspot.com

http://artsabdopalon2.blogspot.com

Ratune ratu utama, patihe patih linuwihPra nayaka tyas raharja, panekare becik-becikParandene tan dadi, paliyasing Kala BenduMandar mangkin andadra, rubeda anger ribediBeda-beda ardaning wong saknegaraSebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, patihnya juga cerdik Semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, Namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan, oleh karena pengaruh jaman Kolobendu.Bahkan permasalahan makin menjadi-jadi.Lain orang lain pikiran dan maksudnya.

Zaman Kolobendu iku wiwit yen,Zaman Kolobendu ( kehancuran ) akan dimulai kalau sudah,

1. Wis ana kreto mlaku tampo jaran

Ada kereta yang berjalan tanpa kuda ( Kereta Api, mobil, bus )

2. Tanah jawa kalungan wesi

Tanah Jawa dikelilingi besi ( Rel Kereta Api )

3. Prau mlaku ing nduwur awang-awang

Perahu berjalan di atas awan melayang laying ( Pesawat terbang )

4. Kali ilang kedunge

Sungai kehilangan kedungnya ( tempat pertemuan sungai )

5. Pasar ilang kumandange

Pasar kehilangan keramaianya ( pasar tradisional jadi Pasar Swalayan, Mall )

6. Wong nemoni wolak-walik ing zaman

Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik

7. Jaran doyan sambel

Kuda doyan makan sambal ( Bus Way, Angkot sopirnya yang doyan sambal )

8. Wong wadon menganggo lanang

Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki

Iki sing dadi tandane zaman KolobenduIni yang menjadi tanda zaman kehancuran

1. Lindu ping pitu sedino

Gempa bumi 7 x sehari

2. Lemah bengkah

Tanah pecah merekah

3. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara

Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit

4. Pagebluk rupo-rupo

Bencana bermacam-macam

5. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati

Hanya sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal

Kalau boleh mengutip sedikit dari Serat Sabdo Tomo :Supaya pada emut, amawasa benjang jroning tahun windu kuning kono ana wewe putih, gegamane tebu wulung, arsa angrebaseng wedhonAgar diingat-ingat, kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (tahun keemasan) akan ada wewe putih, yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon.Sebuah ramalan yang perlu diamati pada saat sekarang, siapa yang sebenarnya sebagai “wewe putih” ini, apakah ini hanya sebagai perlambang atau memang wewe beneran, kalau dari perlambang “wewe putih” sepertinya suatu kekuatan (kuasa) terang/putih yang akan memberantas / menghancurkan kekuatan (kuasa) gelap, didalam ramalan diatas disebut sebagai “wedhon”, jadi kalau disuatu saat nanti ada kuasa kebenaran muncul diantara kita, disaat itulah kita menginjak tahun windu kuning.Rasa wis karasuk, kesuk lawan kala mangsanipun,kawisesa kawasanira Hyang Widhi, cahyaning wahyu tumelung,tulus tan kena tinegorSepertinya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang, jaman kebaikan tidak mungkin dihindari lagi.Jadi semua itu kalau sudah waktunya, kebaikan akan datang dengan sendirinya, kuasa Tuhan akan murka atas umatNya dan Tuhan sudah marah karena manusia tidak ingat lagi akan kuasaNya. Manusia semakin rakus dan tidak mengenal batasan atau aturan aturan yang telah digariskan oleh Sang Pencipta Alam Semesta ini, hutan dimana mana semakin gundul, sengaja dibakar dan ditebang, lahan pertanian dijadikan tempat usaha tanpa memperhitungkan dampak lingkungannya, tabungan isi alam yang seharusnya disisakan untuk anak cucu sudah dikuras habis tanpa memperdulikan tatanan ataupun aturan, itu semua dilakukan secara sadar dan hanya mengejar keuntungan pribadi semata, manusia sudah bertingkah seperti nabi, menghakimi sesamanya sudah tidak melihat hukum dan kodrat sebagai manusia, sepertinya sudah paling benar di dunia ini, menjual iman dan kepercayaannya demi ketenaran dan memperlancar bisnisnya, banyak orang yang dipuja puja karena hartanya, walaupun kekayaannya mengambil dari rejekinya orang banyak, manusia cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela dan makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas rel kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak, rakyat kecil diperalat oleh orang-orang yang punya kekuasaan dan hidupnya semakin terjepit yang akhirnya melakukan perbuatan diluar aturan.Dari pejabat sampai pengemis makin tidak tahu arah kemana sebenarnya dia harus meminta dan berharap, pergi ke paranormal, dukun (orang pintar) atau juru kunci tempat-tempat yang dianggap keramat, dari tempat itu mengharapkan bisa segera (instant) mendapatkan jabatan, rejeki dengan cepat, para koruptor meminta agar kasus atau hasil korupsinya tidak diotak atik lagi, penegakan hukum diperjual belikan, mereka takut dengan hukum yang dibuat oleh manusia, tetapi tidak takut dengan Hukum Tuhannya, keimanan dan kepercayaannya kepada Sang Pencipta semakin abu abu, Alhasil dari tingkah laku manusia yang semakin tidak terkontrol dan tidak terkendali lagi, maka Tuhan menurunkan wahyuNya kepada salah satu umatNya yang disebut “Satrio Piningit”, karena satrio ini masih dalam masa “penggodokan” (dirahasiakan/piningit/disembunyikan) oleh Sang Maha Pencipta, satrio ini akan dibentuk sesuai kehendak dan rencanaNya. Bahwa turunnya wahyu (tumuruning wahyu) sampai saat ini tidak dapat dipridiksi oleh nalar atau logika manusia, banyak orang-orang pintar (paranormal/dukun) yang saling berebut untuk mendapatkannya, ada yang mengaku-aku kalau mereka telah menerima wahyu kepemimpinan dan berani menjual/memberikan kepada seseorang yang mereka tuju agar mendapatkan imbalan yang besar, sedangkan seseorang tersebut tidak tahu apa itu wahyu yang sebenarnya dan apakah benar-benar itu untuknya, wahyu itu tidak bisa diperjual belikan, wahyu yang sebenarnya akan diterima langsung atau diberikan kepada orang yang memang berhak, mampu dan itu memang kehendak Sang Pencipta dan jangan salah pengertian kalau wahyu itu ada yang memang diberikan / diterima dari Tuhan sendiri (Sang Pencipta) dan kuasa gelappun bisa menciptakan wahyu-wahyuan, jadi perlu dicermati. Kalau perihal Wahyu dibahas disini tidak akan ada habis-habisnya, nanti dilain episode akan kita kupas lebih dalam lagi. Apabila kita kaji dari kejadian demi kejadian dan prilaku manusia yang terurai diatas dan mengutip istilah yang ada didalam ramalan Joyoboyo “Satrio Boyong Pambukaning Gapuro” seorang pemimpin yang membuka cakrawala baru, namun cenderung memindahkan pusat kekuasaan atau mungkin juga “kekuasanya”. Peristiwa ini bisa terjadi dikarenakan tugas yang diemban sangatlah berat, bencana tidak ada habis-habisnya dan dalam hal ini masyarakat terutama kawulo alit juga ikut menilai, bahwa ini bukanlah figur pemimpin yang benar benar dapat mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan damai sejahtera. Sifat manusia tidak begitu saja menyerah, selalu berusaha mencari tahu atau dengan cara mengkait-kaitkan dari ramalan-ramalan yang ada dengan kenyataan yang sudah berlalu maupun sedang berjalan, manusia tidak pernah kehilangan akal, dengan cara apapun akan diotak-atik walaupun hasilnya belum tentu benar dan tidak lepas dari arti tidak medahului apa yang akan / sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Kalau kita pelajari dan dikait-kaitkan dengan ramalan Prabu Joyoboyo, kelihatannya waktunya semakin dekat, pemimpin bangsa yang ketujuh akan segera tampil dibumi Nusantara ini, Satrio Panandito Sinisihan Wahyu, seorang pemimpin yang sudah mapan, tidak mengingkari aspirasi rakyat, prilakunya kapanditan dan selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan langsung dari Sang Pencipta.Dari sumber yang kami dapat beliaunya ini berasal dari salah satu kota kecil di Jawa Tengah, telah menerima tiga wahyu (Pertama Wahyu Kedaton, kedua Wahyu Kepemimpinan dan Wahyu Pemerintahan) yang langsung diterima dari Ilahi (Sang Maha Pencipta) dan telah menyatu dalam jiwa raganya, beliau keturunan dari kerajaan Mataram dan hanya seorang pensiunan (Red.).Sifat sifat yang dipunyai oleh Satrio Piningit menurut Prabu Joyoboyo:• Herucokro, artinya raja atau pemimpin yang mempunyai sifat kapanditan, mengayomi, adil, bijaksana dan menjahui harta benda.• Ratu Tedak Amisan, artinya pemimpin yang asalnya dari rakyat jelata, miskin dan sangat hina, pendidikannya tidak tinggi ( menurut pandangan masyarakat umum ).Pemimpin Nusantara yang ke Tujuh ini akan menciptakan kondisi dan situasi Nusantara Indonesia seperti yang dikutip dari Serat Sabdo Tomo ditulis oleh Pujonggo Ronggowarsito disertai dengan terjemahan bebas :

1. Karkating tyas katuju, jibar-jibur adus banyu wayu,yuwanane turun-temurun tan enting, liyan praja samya sayuk,keringan saenggon-enggonKehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu, negara-negara lain rukun sentosa dan dihormati dimana mana.

2. Tatune kabeh tuntum, lelarane waluya sadarum,tyas prihatin ginantun suka mrepeki, wong ngantuk anemu kethuk,isine dinar sabokorSegala luka-luka (penderitaan) sudah hilang, perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria, orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor.

3. Amung padha tinumpuk, nora ana rusuh colong jupuk,raja kaya cinancangan aneng nyawi, tan ana nganggo tinunggu,parandene tan cinolongSemua itu hanya ditumpuk saja, tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil, hewan piaraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang mencuri.

4. Diraning durta katut, anglakoni ing panggawe runtut, tyase katremkayoman hayuning budi, budyarja marjayeng limut, amawas panestiawon Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik, perasaannya terbawa oleh kebaikan budi, yang baik dapat menghancurkan yang jelek.

5. Ninggal pakarti dudu, pradapaning parentah ginugu,mring pakaryan saregep tetep nastiti, ngisor dhuwur tyase jumbuh,tan ana wahon winahonBanyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik, mengikuti peraturan-peraturan pemerintah, semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing, yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja, tidak ada yang saling mencela.

6. Ngratani sapraja agung, keh sarjana sujana ing kewuh,nora kewran mring caraka agal alit, pulih duk jaman runuhun,tyase teteg teguh tanggonKeadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri, banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat, kembali seperti dijaman dahulu kala, semuanya berhati baja.Amargo zaman iku (Zaman edan lan kolobendu) bakal sirno lan gantine yoiku zaman Ratu Adil, zaman kamulyan. Mulo sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ing zaman Entenana zamanne kamulyan zamaning Ratu Adil. Sebab jaman itu (jaman edan dan kolobendu) bakal sirna dan diganti dengan jaman Ratu Adil, jaman kemuliaan. Maka dari itu yang tegar, yang tabah, yang kokoh, jangan melakukan hal yang bodoh.tunggulah jaman kemuliaan jamannya RatuAdil.Yakinlah bahwa Rencana Tuhan akan diwujudkan dengan KaryaNya yang terbaik dan terindah bagi umatNya, mudah-mudahan tulisan ini dapat dijadikan wawasan dan sedikit pengetahuan bagi pembaca yang belum dan tidak tahu kalau dari sejak dulu telah diramalkan atau ditulis oleh para pujangga-pujangga kita yang tersohor dibidang wawasan Nusantara tercinta ini.

Bencana-bencana yang terjadi sejak dari Tsunami Aceh yang kemudian diikuti dengan bencana-bencana lain (gempa bumi, banjir bandang, flu burung, gagal panen, gunung meletus, sampai dengan lumpur panas Sidoarjo) adalah merupakan ketetapan Allah SWT yang harus terjadi dan merupakan peringatan keras kepada bangsa ini, khususnya dialamatkan kepada pemimpin negeri. “Tidak ada rakyat yang salah, yang ada adalah pemimpinnya yang salah”. Hal ini dikarenakan selama ini telah terjadi “Pelanggaran Aqidah” baik ulama maupun umaro’nya. Singkat kata banyak yang telah meninggalkan “Syahadat”. Batin diabaikan, Lahir diutamakan. Akal penalaran menjadi dewa, sementara yang Batin disingkirkan karena dianggap “takhayul”. Padahal segala kejadian bersumber dari Allah Yang Maha Gaib, yang tidak dapat ditembus oleh akal manusia sebagai ciptaan-Nya. Hanya dengan “mata batin” orang-orang yang telah tersucikan saja segala sesuatu dapat dimaknai.2. Bangsa ini telah meninggalkan sejarah. Apa yang dikatakan Bung Karno : “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jas Merah)” telah terabaikan. Padahal yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perjalanan sejarah. Dan apa yang terjadi saat ini telah diprediksikan oleh para leluhur kita Prabu Jayabaya dan R.Ng. Ronggowarsito, yang mana hasil karya mereka merupakan ayat-ayat Allah. Perlu kiranya saya sampaikan cuplikan terjemahan bebas dari karya mereka :A. Prabu Jayabaya (Kitab Musarar) :18. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Waktu itu pajaknya rakyat adalah.Keterangan :Lung Gadung Rara Nglikasi : Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal, namun memiliki kelemahan suka wanita (Soekarno). Gajah Meta Semune Tengu Lelaki : Raja yang disegani/ditakuti, namun nista (Soeharto).19. Uang anggris dan uwang. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Kemudian negara geger. Tanah tidak berkhasiat, pemerintah rusak. Rakyat celaka. Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak.20. Negara rusak. Raja berpisah dengan rakyat. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian berganti jaman Kutila. Rajanya Kara Murka. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram.Keterangan :- Bupati berdiri sendiri-sendiri : Otonomi Daerah.- Jaman Kutila : Reformasi- Raja Kara Murka : Raja-raja yang saling balas dendam.- Panji Loro semune Pajang Mataram : Dua kekuatan dalam satu kubu yang saling ingin menjatuhkan (Gus Dur - Megawati ).21. Nakhoda ikut serta memerintah. Punya keberanian dan kaya. Sarjana tidak ada. Rakyat sengsara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu, randa loro nututi pijer tetukar.Keterangan :- Nakhoda : Orang asing.- Sarjana : Orang arif dan bijak.- Rara Ngangsu, Randa Loro Nututi Pijer Atetukar : Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya (Megawati).22. Tan kober apepaes, sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.Keterangan :Tan Kober Apepaes Tan Tinolih Sinjang Kemben : Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan (SBY/Kalla).23. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Semakin naik. Panen tidak membuat kenyang. Hasilnya berkurang. Orang jahat makin menjadi-jadi, orang besar hatinya jail. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara.24. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. Perintah berganti-ganti. Keadilan tidak ada. Yang benar dianggap salah. Yang jahat dianggap benar. Setan menyamar sebagai wahyu. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua.25. Wanita hilang kehormatannya. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian ada tanda negara pecah.26. Banyak hal-hal yang luar biasa. Hujan salah waktu. Banyak gempa dan gerhana. Nyawa tidak berharga. Tanah Jawa berantakan. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah.27. Kemudian kelak akan datang Tunjung Putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Raja Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.Keterangan :- Tunjung Putih semune Pudak Kesungsang : Raja berhati putih namun masih tersembunyi (Satriya Piningit).- Lahir di bumi Mekah : Orang Islam yang sangat bertauhid.28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.Keterangan :- Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa : Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa.29. Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.B. R.Ng. Ronggowarsito :Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967. 2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998. 3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999. 4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000. 5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004. 6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.3. Dari kajian karya-karya leluhur kita di atas menyiratkan bahwa segala sesuatunya memang harus dan akan terjadi dan tidak dapat ditolak. Sementara berkaitan dengan bencana terakhir yang terjadi, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang kemudian disusul dengan Gempa Yogya dan Pangandaran, serta Semburan Lumpur Panas Sidoarjo yang tak kunjung berhenti merupakan realita ucapan “Sabda Palon” kepada Prabu Brawijaya dan Sunan Kalijaga.Berikut ini saya paparkan Ramalan Sabdo Palon :1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda-Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”3. Sabda Palon menjawab kasar: "Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.Keterangan :Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari Waisyak (Budha) dan hari Kuningan (Hindu), Gunung Merapi telah mengeluarkan laharnya ke arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu ditetapkan status Merapi dari “Siaga” menjadi “Awas”). Dari uraian Ramalan Sabdo Palon di atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke arah Barat Daya menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali. 500 tahun setelah berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang ini di tahun 2000 an.4. Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya memakan korban 2 orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10 hari, ternyata tidak terbukti. Karena ucapan yang mendahului kehendak Allah (ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan secara vulgar oleh seorang “raja”, maka Jogja pun digoyang gempa (disusul Pangandaran) yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Bahkan kita semua tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya tetap meletus, namun berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan lumpur panasnya yang beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot dana dan memakan korban jiwa. Secara penglihatan spiritual, teknologi apapun dan kesaktian paranormal/ulama se-nusantarapun tidak akan mampu menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa ini akan berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada gilirannya akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-bencana ini akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih Allah) saja yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang seperti ini selalu saja sangat tersembunyi. 5. Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Aza wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran. Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu saja tersembunyi. Kata sandi dari jawaban misteri ini adalah : JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang ada tinggal Semar. Inilah hakekat kondisi negara saat ini. Sebagai panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam bait-bait karya leluhur kita, yaitu :1. Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI(Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar kepemimpinannya selamat.2. Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan “Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut.”3. Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat adalah Semar.4. JOGLOSEMAR = Jogja - Solo - Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja telah membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak memiliki aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju Mas (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat pertemuan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul). Hal lain adalah robohnya gapura makam HB IX (Jogja) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja-raja Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja - Solo sudah tidak memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa tinggallah “Semarang” (Mataram Kendal).

Apa yang harus nyata, biarlah “dinyatakan” supaya nyata apa yang telah terjadi pada Momongan Sabdopalon :
1. Bahwa adanya “oknum” tertentu dari golongan tertentu “memaksakan” agar Momongan Sabdopalon memilih Chinese.
2. Bahwa adanya “oknum” tertentu dari golongan tertentu yang “memanfaatkan situasi” dalam hal no.1 diatas, dengan mengadu domba Momongan Sabdopalon dengan pernyataan : “ojo gelem dipekso” atau “dienggo dolanan Chinese ora ngerti” walaupun sebenernya memang Momongan Sabdopalon hanya akan “memilih” westernese, sesuai prinsip “nyalahi hukum”.
3. Bahwa adanya “oknum” tertentu dari golongan tertentu yang mencoba “menggoyang” iman Kristiani Momongan Sabdopalon dengan pernyataan : “makane sholat” atau “ora sholat”.

Anda pernah menonton “TO LIONG TO” ? seperti halnya Thio Bu Khi dan “To LIONG TO” nya yang menjadi bahan perebutan/permainan, demikian pula Momongan Sabdopalon. Hanya perbedaannya, kelemahan Momongan Sabdopalon terlihat slalu “menantang/kewanen” karena pengaruh sinusitis orbitalisnya, yang dikombinasikan dengan “dirasani-digawe kroso-ditambahi” (ada orang orang dibelakang layar yamg menjadi “dalang” dengan menggunakan “tenaga dalam” dan lelaku klenik lainnya, guna “menambahi beban” ke mata kanan Momongan Sabdopalon, ibarat “balon” yang bisa “ditiup” )
………….” YEN ONO MANUNGSO JOWO, MOTO SIJI, NAMI SEPUH, YO IKU MOMONGAN KULO…….SABDOPALON”……………………………………………………………………………...

Manusia dan Jin yang merasa “tertantang” akan terlihat “memerah” raut wajahnya ( MERAH adalah lambang keris KYAI SENGKELAT, http://www.destiny-western.blogspot.com/ ) dan disinilah Momongan Sabdopalon menjadi “objek adu domba” antara 2 dunia (manusa dan jin) dan menjadi “junction point” ke arah 2 dunia tersebut, apalagi “dioyak-oyak ndang rabi” di 2 dunia, yang pada gilirannya “memancing” perhatian “dimensi” lainnya yang lebih tinggi ataupun yang lebih rendah (malaikat-setan/dhemit- dan TUHAN)

Itu sebabnya Momongan Sabdopalon haruslah “dimantapkan” nuansa keimananya, dalam hal ini semangat KRISTIANI, yang memberinya nuansa “Kepandhitaan yang tidak Pandhita” , seperti halnya “SUGIH TANPO BONDHO, BOLO TANPO KAWULO, NGALAHAKE TANPO NGASORAKE” ( lagipula banyak sekali Jin muslim yang mencoba mempengaruhinya juga, bahkan ada juga jin Chinese, yah…. Barangkali “disenengi” jin Chinese dan Jin Muslim) ,demikian pula masalah pilihan “jodoh” Momongan Sabdopalon yang lebih memilih “orang asing” sesuai prinsip “nyalahi hukum” (ora cino , yo ora jowo, ora tak rungoke, yo ora tak dheloke, ono suoro ora ono rupo, ono rupo ora ono suoro).

“ SCOOBY DOO PININGIT” ( anak2 kecil “tukang ngrasani” di kampungnya Momongan Sabdopalon)
“Aura Kyai Sengkelat”à “Momongan Sabdopalon” à “Sabdopalon” à Kyai Sengkelat.
Mungkin semua yang dialaminya pada hakekatnya merupakan “panggilan alam bawah dasarnya” untuk “JAS MERAH” atau “jangan sekali-kali melupakan sejarah” (mengutip ungkapan BUNG KARNO) akan kejayaan MAJAPAHIT.

Dokumen ini dapat Anda anggap sebagai JAS MERAH PROJECT akan “Sejarah dan Wejangan Sabdopalon” yang dapat anda telusuri sendiri melalui internet dengan search engine : google.com dll ( Silahkan baca SERAT DHARMOGANDHUL , Sejarah Islamisasi di Nusantara, Sejarah Majapahit dan Sabdopalon-Noyogenggong )

Semoga anda berfikir dan bertindak “POSITIF” terhadap “Program Makmur Bersama” ini sehingga mendapatkan “berkah-Nya” sebaiknya bila anda berfikir dan bertindak “NEGATIF”, semoga anda tidak mendapatkan “Kutuk/ Sial dari-Nya”. Karena semua ini, akan menjadi DASAR bagi Momongannya Sabdopalon berdasarkan azas PANCASILA , Nasionalisme dan prinsip “Nyalahi hukum”. Nasionalisme berarti anda siap untuk berfikir, berucap dan bertindak dengan kesanggupan “melepaskan diri” dari bagian terbesar yang “membentuk” anda (entah itu Agama- Suku – Ras – Golongan untuk orang lain). Hanya ada 2 orang pemimpin Indonesia yang bakal dikenal sepanjang masa, sebagai simbol dari 5 Pancasila yaitu :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa (Religionity)
Presiden R.I pertama, Bpk Ir Soekarno menjadi pemimpin berdasarkan “wahyu” Yang
Maha Kuasa.
b. Sila ke-2 Pancasila (Humanity)
c. Sila ke-3 Pancasila (Unity in Diversity)
d. Sila ke-4 Pancasila (Soverinity)
e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Sociality)
à Ratu Adil = Momongannya Sabdopalon

Sekedar perlu diketahui, Momongan Sabdopalon :
1. Jauh hari sebelum Gunung Merapi meletus, sudah sering “diejek dan dirasani” dengan ungkapan : “ye ora njebluk !!!” dan akhirnya malah njebluk.
2. Jauh hari sebelum Gempa Jogja, Momongan Sabdopalon, sering “diejek dan dirasani” dengan ungkapan : “ye ora okeh sing mati !!!” dan Momongan Sabdopalon hanya menjawab dengan : ”Tombak Kyai Pleret dadi Tombak Kyai Plurut”. Dan akhirnya Yang Maha Kuasa, memberi gempa hebat diJogja.
3. Di Surabaya, Momongan Sabdopalon pernah mengutuk sesuatu, yang kebetulan tanpa disadarinya ternyata ada dalam bait syair Jongko Joyoboyo. Momongan Sabdopalon mengucapkannya sewaktu masih menjalani koasistensi Kedoktersan Hewan di Klinik FKH Airlangga (Februari – April 2004). Dan “Ndilalah” sekarang ada kejadian Lumpur Lapindo (kurang lebih 1 hari setelah Gempa Jogja), Anda bisa menganggap “keluarnya” Lumpur itu sebagai “kempesnya ban dalam” pulau Jawa. Kebetulan sekali hal itu dekat dengan Surabaya, tempat dimana Momongan Sabdapalon mengeluarkan kutukannya (…..”Wong Cino gari separo.Wong Jowo gari sajodo”…………..). Dan kebetulan di Surabaya, banyak sekali etnis tertentu.
4. Masih banyak hal lainnya, terutama dalam kaitannya dengan “bledheg/ petir” secara langsung maupun tidak langsung, karena “hubungan mata” dari Momongan Sabdopalon.


Yakobus 1 : 13
“Apabila di bawah cobaan, janganlah seorangpun mengatakan : “aku sedang
dicobai Allah”. Karena dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan
Dia sendiri juga tidak mencobai siapapun.”
Kolose 1 : 15
“Dia adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan, yang SULUNG dari semua
ciptaan.”
2 Tesalonika 2 : 3 - 12
1 Timotius 4 : 3
Ibrani 1 : 5 – 9
Yudas 9
1 Korintus 15 : 20 -22
“Karena sebagaimana dalam Adam semua mati, demikian juga dalam
Kristus semua akan dihidupkan.”
Yohanes 10 : 16
“Domba – domba lain” yang bukan saudara-saudara Kristus.
Kisah Para Rasul 4 : 12
Keselamatan hanya mungkin melalui korban Yesus.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/
http://www.faithfreedom.org/
www.akupercaya.com